Berita Bola

Pawangnya Soal Berita Bola Dunia Terbaru

Media Salah Pasang Foto, Lukas Podolski Menuntut

Media Salah Pasang Foto, Lukas Podolski Menuntut
Media Salah Pasang Foto, Lukas Podolski Menuntut

Manusia memang takkan pernah luput dari kesalahan. Salah satu media bernama Breitbart membikin kesalahan yang bisa dibilang fatal. Pada salah satu artikel yang dirilis di website resminya, foto striker Vissel Kobe, Lukas Podolski yang tidak ada sangkut pautnya ikut menjadi penghias. Atas kesalahan tersebut, pihak media sejatinya sudah memohon maaf. Namun begitu, pihak manajemen Podolski bersikukuh untuk membawa kasus kelalaian tersebut ke jalur hukum.

Mungkin kemarahan Podolski bisa dibilang sangat beralasan. Lantaran foto dirinya terpampang pada sebuah artikel yang tengah membahas suatu masalah serius. Itupun juga tidak ada kaitannya dengan sepakbola sama sekali, melainkan persoalan imigran gelap dan human trafficking / perdagangan manusia. Pada artikel yang berjudul ‘Spanish Police Crack Gang Moving Migrants on Jet-Skis’ tersebut, Breitbart memajang foto pesepakbola asal Polandia berumur 32 tahun itu yang tengah dibonceng di jetski. Kelalaian ini tentunya sempat menjadi viral di dunia maya. Pada proses pengerjaannya, Breitbart biasanya memang selalu meng- update artikelnya dengan foto-foto terbaru. Namun justru update kali ini malah membawa petaka.

Atas perbuatannya itu, Breitbart sudah meminta maaf kepada sang pemain yang bersama timnas Jerman menyabet trofi Piala Dunia 2014 itu dan juga kepada pihak manajemen yang menaungi Podolski. Namun, permintaan maaf tersebut emoh diterima dan tuntutan pencemaran mama baik tetap dilayangkan melalui jalur hukum.

“Terus terang kami tidak ada maksud mencemarkan nama baik Podolski. Kami hanya bermaksud memasang ilustrasi seseorang yang sedang duduk diatas jetski. Itu saja. Sama sekali bukan ingin mengartikan, kalau Podolski terlibat dalam sindikat maupun korban imigran gelap dan perdagangan manusia”, aku Breitbart yang melontarkan pledoinya kepada wartawan BBC.

Sejauh ini, pengacara yang membela Lukas Podolski, Simon Bergmann sudah membawa gugatan hukum atas kliennya ke pihak yang berwajib.

“Kami bukannya ingin memperkeruh suasana, tapi hanya ingin memberikan efek jera. Kalau setiap orang berbuat kesalahan dan alasannya cuma karena lalai, lupa, atau khilaf ya repot lah. Sedangkan dari kelalaian tersebut bisa saja sangat merugikan orang lain. Langkah tuntutan melalui jalur hukum ini kami ambil, agar kedepan tidak lagi terjadi kasus serupa”, ujar Bergmann yang terlansir di situs Deutsche Welle.

Datangkan Striker Uzbekistan, PSM Jadi Lebih Pede

Datangkan Striker Uzbekistan, PSM Jadi Lebih Pede
Datangkan Striker Uzbekistan, PSM Jadi Lebih Pede

Kabar terbaru dari Liga 1 mengatakan kalau PSM Makassar baru saja merekut penyerang baru asal Uzbekistan, Pavel Purishkin. PSM mendatangkannya, dengan tujuan utama mengganti peran yang sebelumnya di plot Reinaldo da Costa yang memilih untuk berseragam Persija Jakarta.

Sebelum menginjakkan kaki di Tanah Air, Pavel merupakan penggawa dari klub yang berkompetisi di Liga 1 Kazakhstan, FC Caspiy, dan sempat bermain di Shah Alam Selangor Malaysia bersama FC UITM. Namun saat ini, pria berusia 29 tahun itu mantap berseragamkan PSM Makassar dengan nomor punggung cantik 99. Adapun PSM berhasil mendapatkannya, setelah melakukan banyak kontak dengan agen-agen sepakbola dari luar negeri.

Berdasarkan keterangan sang manajer PSM, Munafri Arifuddin, Pavel sudah meneken kontrak yang berlaku hingga Liga 1 musim ini berakhir dengan pilihan untuk mengeksten kontrak hingga 1 tahun kedepan.

“Saat ditawarkan untuk merekrut Pavel, saya sempat dipertontonkan video profil dan histori bermain di. Berdasarkan CV -nya, saya rasa dia tidak akan susah beradaptasi dengan iklim sepakbola Indonesia. Itu karena dia pernah main di negara lingkup Asia Tenggara lainnya, yaitu Malaysia. Lagipula dengan skill yang kami lihat oke, harga transfernya tidak semahal Reinaldo dulu”, papar Munafri saat disambangi wartawan sore kemarin (Rabu, 9 / 8 / 2017) di markas PSM, Stadion Andi Matalatta Makassar.

Kedepan, manajemen PSM sudah berbicara dengan Robert Rene Albert selaku head coach untuk bisa mengetes Pavel di laga tandang kontra Persela Lamongan akhir pekan ini (Sabtu, 12 / 8 / 2017).

Saat ini, urusan administrasi yang sedang cepat-cepat dirampungkan oleh Pavel adalah keimigrasian.

Selain mendatangkan Pavel, PSM mengatakan kalau masih berniat untuk memboyong sejumlah pemain lokal yang punya skill impresif. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan statistik catatan gol mereka di kancah Liga 1.

Puas dengan Performa Klubnya di Laga Pramusim, Allegri Kini Alih Fokus ke Latihan Fisik

Puas dengan Performa Klubnya di Laga Pramusim, Allegri Kini Alih Fokus ke Latihan Fisik
Puas dengan Performa Klubnya di Laga Pramusim, Allegri Kini Alih Fokus ke Latihan Fisik

Menyaksikan anak-anak didiknya berlaga di kompetisi pra musim, Massimiliano Allegri mengaku cukup puas atas apa yang telah ditampilkan. Kini, pelatih berusia 49 tahun itu siap mengalihkan fokusnya ke program latihan fisik intensif.

Selama masa pra musim, Juventus telah melakoni 3 laga hingga saat ini. Kendati harus mencicipi hasil pahit kalah dari FC Barcelona, Bianconeri berhasil membuat AS Roma dan Paris Saint Germain (PSG) takluk. Setelah itu, klub asal Turin itu masih dijadwalkan bakal menjalani 1 lagi laga uji coba di musim panas ini. Yakni, laga persahabatan yang bakal digelar di Wembley Stadium akhir pekan ini (Sabtu, 5 / 8 / 2017) kontra Tottenham Hotspur.

Laga kompetitif pertama setelah masa pra musim, bakal dijalani Juve pada hari Senin, 14 / 8 / 2017 di ajang Piala Super Italia 2017 melawan Lazio.

Maka dari itu, Allegri pun sadar kalau dirinya harus bekerja ekstra cepat dalam memoles squadnya. Usai memberi nilai cukup terkait pola bermain Juve, Allegri pun mulai menyusun program latihan fisik yang ditujukan kepada para pemainnya. Dimana program latihan yang disusunnya akan menitikberatkan pada faktor endurance atau ketahanan.

“Saya ga mau pemain saya sudah bagus mainnya, tapi habis bensin ditengah jalan. Itu seringkali terjadi pada squad yang kurang ditempa fisiknya. Pola bermain yang oke harus dibarengi dengan kebugaran yang prima. Terutama soal endurance. Mereka harus mampu bermain maksimal secara konsisten selama 90 menit penuh”, papar pelatih yang dulu juga pernah mengarsiteki AC Milan itu kepada Football Italia dan Tuttosport.

Chelsea Tunjuk Cahill Jadi Kapten Baru

Chelsea Tunjuk Cahill Jadi Kapten Baru
Chelsea Tunjuk Cahill Jadi Kapten Baru

Chelsea baru saja menunjuk Gary Cahill sebagai kapten yang baru. Hal ini pun sudah mendapat konfirmasi langsung dari Antonio Conte, kalau bek berumur 31 tahun itu bakal mengganti posisi yang dulunya diperankan oleh John Terry.

Sebelumnya, Terry memang sudah merasa tidak betah untuk bertahan lebih lama lagi di Stamford Bridge. Pasalnya Terry sudah semusim, lebih banyak didudukkan Conte di bangku cadangan. Lagipula saat Terry duduk di bench menyaksikan rekan-rekannya merumput, ia kerap melihat kalau Cahill lah yang saat ini nampak lebih banyak menahkodai anggota squad lainnya. Alhasil, Terry yang ngambek pun memutuskan untuk angkat kaki ke Aston Villa dan ban kapten kini positif terlingkar di lengan Cahill.

“Saya melihat kalau Cahill pantas menjadi kapten bagi teman-temannya. Dibanding yang lain, dia lah yang usianya paling matang dan punya jiwa leadership. Lagipula, dia sudah mengabdi di Chelsea selama bertahun-tahun dengan catatan dedikasi yang baik. Jadi, tak salah rasanya lah memberikan kesempatan buat Cahill menjadi kapten tim”, jelas Conte yang juga terlansir di London Evening Standard.

“Ya memang, bukan berarti saya memalingkan muka dari pemain-pemain kami yang juga sudah lama mengabdi lama, seperti Cesar Azpilicueta, David Luiz, lalu Thibaut Courtois, dan juga Cesc Fabregas. Semua bisa saja akan saya tunjuk menjadi kapten. Cuma saat ini saya memilih Cahill untuk mengemban amanat itu”, imbuh pelatih 47 tahun itu.

“Menurut saya, kunci seorang kapten itu bukan dinilai dari seberapa tinggi skill bermain yang dimiliki. Tapi lebih kepada kemampuan untuk menganyomi perasaan teman-temannya. Kan, tidak semua uneg-uneg tersampaikan langsung kepada pelatih atau manajemen. Keluh kesah pada umumnya dimulai dari pembicaraan di loker (ruang ganti pemain). Nah, disitulah peran kapten sangat diperlukan. Yakni, mampu meneduhkan hati teman-temannya yang sedang galau”.

“Ini akan saya jadikan syarat standar di Chelsea, bagi pemain yang nantinya akan menjadi kapten di masa depan”, tuntas pelatih yang juga sempat membesut tim nasional Italia selama 2 musim itu.

Lembaran Baru Karir Totti Dimulai

Lembaran Baru Karir Totti Dimulai
Lembaran Baru Karir Totti Dimulai

Totti mantap menutup karirnya sebagai pemain sepakbola

Bulat sudah keputusan Francesco Totti untuk mengakhiri karirnya sebagai pemain sepakbola. Usai menggantung sepatu, striker berumur 40 tahun itu bakal membuka lembaran baru dalam hidupnya sebagai Direktur di klub AS Roma.

Hingga musim 2016 / 2017, Totti pun masih menunjukkan loyalitasnya kepada Giallorossi. Namun begitu, usianya yang sudah sangat uzur sebagai atlit menimbulkan spekulasi kapabilitasnya sebagai pemain kedepannya. Walaupun sebelum positif pensiun, Totti sempat digosipkan bakal terbang ke Amerika untuk bermain di MLS. Sebagian juga mengatakan kalau salah satu klub sepakbola di Jepang Tokyo Verdy menyodorkan tawaran kepada Totti. Kendati pria asli Italia itu diketahui menolak mentah-mentah tawaran hijrah ke Negeri Matahari Terbit.

Penjelasan Totti terkait karirnya, saat diwawancara oleh pers

“Saya putuskan untuk menutup buku lama saya sebagai pemain. Kini saya melangkah untuk menghadapi tantangan baru dalam hidup saya, sebagai Direktur AS Roma. Harapan saya kedepan, saya bisa tetap menjaga kinerja bagus saya seperti halnya saat saya masih menjadi pemain di lapangan”, cetus Totti saat diwawancara di Roma TV.

“Semua ini sudah saya putuskan matang-matang. Sekarang memang sudah saatnya bagi saya berkontribusi di klub, dengan tidak lagi menjadi pemain. Maka dari itu, saya akan mempelajari struktur klub lebih dalam mulai dari lini paling junior hingga lini yang paling atas, alias presiden dengan sebaik-baiknya. Tentu saja, proses belajar ini tetap butuh waktu bagi saya. Saya sendiri tidak tahu, berapa lama waktu yang saya perlukan untuk beradaptasi. Bisa 6 bulan, 1 hingga 2 tahun, atau bahkan lebih dari itu. Saya masih belum tahu. Tapi yang jelas, saya gembira dan sangat bersemangat untuk menyambut perubahan dalam hidup saya ini”, tambahnya lagi penuh optimis.

“Saya percaya tidak ada yang ajaib di dunia ini. Kita bisa, karena terbiasa. Saya sudah membuktikan kata-kata itu, sewaktu saya menjadi pemain. Jadi saya pun percaya, kalau saya bisa mengemban jabatan Direktur ini dengan baik. Asalkan memang saya serius berusaha dan mencintai pekerjaan ini”, tuntas pemain bernomorpunggung 10 itu yang jug aterlansir di Football Italia.

Ga Jadi Gabung ke Man City, Alves Merapat ke PSG

Ga Jadi Gabung ke Man City, Alves Merapat ke PSG
Ga Jadi Gabung ke Man City, Alves Merapat ke PSG

Sebelumnya kerap diprediksi kalau setelah menyemat status bebas transfer di musim panas tahun ini, Dani Alves bakal langsung renuian dengan mantan pelatihnya di Barcelona FC dulu, Pep Guardiola yang sekarang membesut Manchester City. Namun, kenyataan malah berkata lain. Bek asal Brazil itu sudah meneken kontrak berdurasi 2 tahun yang disodorkan oleh Paris Saint Germain (PSG).

Melalui laman resminya, kepindahan Alves ke PSG pun sudah dikonfirmasi kemarin (Rabu, 12 / 7 / 2017) malam.

“Kami dengan gembira menyambut kedatangan pemain baru kami, Dani Alves. Dengan kontrak berdurasi 2 tahun yang sudah ditandatangani, Alves akan resmi bermain untuk Les Parisiens hingga tahun 2019 mendatang”, tulis PSG.

Disisi lain, Alves pun juga mengungkapkan perasaan gembiranya bisa bergabung ke klub asal Prancis itu.

“Di sela-sela kesibukan, saya terus memantau perkembangan PSG selama ini. Performa PSG terus mengalami kemajuan dan menjadi klub besar yang juga disegani di kancah Eropa. Saya senang bisa ikut ambil bagian dalam projek PSG ini. Sungguh luar biasa”, kata pesepakbola internasional Brazil 34 tahun itu yang dilansir juga di Telegraph.

Pada musim lalu, Alves merupakan salah satu pemain kunci yang kerap diandalkan Juventus. Bersama Alves, Si Nyonya Tua pun sukses menggasak 2 titel di musim 2016 / 2017. Selama berseragam Bianconeri, Alves sudah berlaga sebanyak 33 kali, dengan membuat 6 gol serta 7 assist di seluruh event pertandingan.