Berita Bola

Pawangnya Soal Berita Bola Dunia Terbaru

Cedera ACL Parah, Andrea Conti Absen Setengah Tahun

Cedera ACL Parah, Andrea Conti Absen Setengah Tahun
Cedera ACL Parah, Andrea Conti Absen Setengah Tahun

Belum lama bergabung dengan AC Milan, Andrea Conti sudah harus absen. Tidak tanggung-tanggung, bek berumur 23 tahun itu harus menepi selama setengah tahun. Hal itu terjadi, lantaran ACL (anterior cruciate ligament) lutut kirinya sobek parah saat melakukan latihan bersama klubnya pekan lalu (Jumat, 15 / 9 / 2017).

Sejatinya, engkel Conti juga sudah bermasalah sejak berlaga bersama timnas Italia. Sontak saat menjalani sesi latihan bersama yang digelar oleh Rossoneri, fisik Conti pun sebetulnya sudah tidak fit. Benar saja, cedera Conti pun malah jadi menjalar ke lutut. Bahkan lebih parah daripada cedera engkel yang masih dideritanya itu.

“Andrea sudah langsung kami tangani. Ia kami bawa ke Rumah Sakit. Setelah di- scan, diketahui kalau otot ACL lutut kirinya sobek parah dan harus dioperasi”, ujar manajemen AC Milan yang terlansir pada situs ofisialnya.

“Yang bikin pusing adalah masa recovery pasca operasinya memakan waktu hingga 6 bulan lebih”, timpal manajemen AC Milan lagi yang juga terlansir di Soccerway.

Conti merupakan pemain baru yang direkrut AC Milan pada aksi shopping besar-besarannya pada bursa transfer musim panas 2017 ini. Diketahui media, kalau AC Milan berhasil menciduk Conti dari Atalanta dengan uang tebusan senilai lebih dari 24 jt Euro.

Sejak berseragamkan belang-belang merah hitam, Conti baru sempat merumput 5 kali bersama klub barunya. Selama Conti absen, Vincenzo Montella sudah memasang Ignazio Abate guna menggantikan perannya sebagai pemain lini belakang di lapangan.

Giliran Timnas Indonesia U-16 yang Berperang di Piala Asia U-16 2017

Giliran Timnas Indonesia U-16 yang Berperang di Piala Asia U-16 2017
Giliran Timnas Indonesia U-16 yang Berperang di Piala Asia U-16 2017

Kemarin (Rabu, 13 / 9 / 2017), Edy Rahmayadi selaku Ketum (Ketua Umum) PSSI menggelar acara pelepasan squad timnas Indonesia U-16 yang akan berlaga di Kualifikasi Piala Asia U-16 2017. Pada saat berpidato di podium, Edy berharap kalau squad binaan coach Fakhri Husaini mampu menampilkan performa terbaiknya.

Acara pelepasan yang berlangsung di Stadion Atang Sutresna Cijantung tersebut, sebelumnya didahului dengan acara nobar (nonton bareng) laga lanjutan Piala AFF U-18 2017 antara timnas Indonesia U-19 kontra Brunei Darussalam.

Tercatat ada 23 nama terpilih yang menghadiri acara tersebut, bersama dengan coach Fakhri dan staff timnas U-16 lainnya. Saat ditanya terkait kesiapan timnya, coach Fakhri pun menjawab dengan optimis. Pelatih yang berasal dari Lhokseumawe, Indonesia itu yakin kalau anak-anak didiknya mampu tampil bagus di kualifikasi Piala Asia U-16 2017 nantinya.

“Saya optimis dengan penampilan squad di Kualifikasi (Piala Asia) nanti. Soalnya, mereka sudah saya siapkan sejak bulan Februari lalu. Jadi, total-total mereka sudah melakukan persiapan selama 7 bulan hingga bulan September 2017 ini. Progres fisik, mental dan skill mereka pun sangat saya rasakan dibanding sebelum melakukan persiapan”, terang coach Fakhri.

Namun begitu, coach Fakhri memiliuih untuk tidak takabur. Dengan rendah hati, pelatih berumur 52 tahun itu mengatakan kalau bola itu bundar dan segala hal yang diluar ekspektasi bisa saja berdampak pada performa di lapangan. Coach Fakhri terlihat enggan untuk menjanjikan gelar juara, namun berani berjanji kalau anak-anak asuhnya tersebut akan mempertontonkan kebolehan mereka dengan baik.

“Kami tidak mau takabur lah. Kalau Tuhan bilang kami juara, ya kami juara. Kalau tidak, masa mau protes. Makanya saya tidak mau berjanji apa-apa soal titel. Satu hal yang saya berani pastikan, squad timnas U-16 akan menunjukkan kebolehannya diatas lapangan dengan baik”, tegasnya.

Timnas Indonesia U-16 sendiri dijadwalkan berangkat pada hari ini (Kamis, 14 / 9 / 2017) ke Thailand. Laga perdana mereka di ajang Kualifikasi Piala Asia U-16 2017 adalah melawan Kepulauan Mariana Utara yang akan dilangsungkan pada akhir pekan ini (Sabtu, 16 / 9 / 2017).

“Doakan saja kami sukses di Thailand nanti”, tuntas coach Fakhri yang juga meminta dukungan dan doa dari seluruh masyarakat Indonesia.

Ivan Carlos Potensi Disanksi Persela Lamongan

Ivan Carlos Potensi Disanksi Persela Lamongan
Ivan Carlos Potensi Disanksi Persela Lamongan

Gara-gara Ivan Carlos nyinyir di media sosial, Persela Lamongan pun langsung kesal terhadap ulah pemainnya itu. Terkait kejadian tersebut, Ivan pun potensi disanksi oleh manajemen.

Hal yang melatarbelakangi komentar Ivan adalah kekalahan Persela atas Bali United 1 – 5 di laga lanjutan Liga 1 pada minggu lalu. Pada akun Facebook pribadinya, Ivan berkata seperti ini. “Wah kalau pelatih ga diganti, bisa turun level ke Liga 2 nih”. Maka tak heran, kalau manajemen Persela langsung merah mukanya. Ivan dianggap menyalahi etika sebagai seorang profesional yang mencoreng nama baik organisasi atau klubnya sendiri.

Menanggapi kelalaian Ivan tersebut, Yuhronur Efendi selaku Asisten Manajer Persela bakal memanggil Ivan Carlos untuk menghadap jajaran manajemen pada minggu ini. Berhubung pihak yang jelas-jelas lagsung ditohok adalah pelatih Persela, maka sang pelatih baru, Aji Santoso bakal diminta ikut memutuskan apa sanksi yang hendak dijatuhkan kepada Ivan nantinya.

“Jelas ada sanksi, lah. Apa yang sudah dilakukan Ivan itu betul-betul menyalahi etika sebagai seorang profesional. Minggu ini kami sudah panggil di untuk menghadap kami dan coach Aji. Paling maksimal, sanksinya bisa berupa pemecatan”, tambah Yuhronur lagi.

Namun begitu, inti dari teguran Persela terhadap Ivan tersebut bermaksud untuk memapram Ivan agar bisa lebih disiplin. Baik disiplin dalam berlatih maupun berkomentar. Apalagi, kalau menyangkut soal klub sendiri.

Ivan Carlos sendiri merupakan pemain yang paling sering mengkoleksi kartu kala merumput. Sampai-sampai, dirinya pun harus absen di beberapa pertandingan karena akumulasi sanksi kartu. Selain itu, striker asal Brazil berumur 35 tahun itu juga pernah disanksi oleh Komdis (Komisi Disiplin). Penyebabnya adalah Ivan menyundul kepada wasit hingga benjut pada awal bulan Juli (2017) kemarin.

Tahu Diri, Pelatih Persela Mundur

Tahu Diri, Pelatih Persela Mundur
Tahu Diri, Pelatih Persela Mundur

Kabar terbaru datang dari Persela Lamongan. Herry Kiswanto, sang pelatih kini tidak lagi mmbesut Persela. Pria kelahiran Banda Aceh 62 tahun silam itu mengajukan surat pengunduran diri, karena serentetan hasil buruk yang menimpa squad-nya.

Hingga saat ini, Persela memang sudah mengalami 5 kekalahan secara beruntun di Liga 1 Gojek Traveloka. Terakhir, Persela baru saja diganyang habis-habisan 1 – 5 oleh Bali United pada akhir pekan kemarin (Minggu, 3 / 9 / 2017).

“Kami tidak memecat beliau (Herry Kiswanto), tapi Pak Herkis yang mengajukan surat pengunduran diri kepada kami”, terang Yuhronur Effendi selaku CEO Persela saat ditemui pers.

Untuk mengatasi kekosongan posisi, Persela akan dilatih oleh Asisten Pelatih yang selama ini mendampingi coach Herkis.

“Sementara belum ada pengganti, kita tunjuk Asisten Pak Herkis dulu lah sebagai PLT Pelatih Kepala sambil nyari penggantinya”, tambah Yuhronur.

Rentetan hasil buruk yang terbukukan selama 22 laga berjalan, membuat Persela stag di urutan ke 15 klasemen sementara Liga 1 dengan koleksi 24 poin.

Trio Lini Serang Liverpool Pecundangi Arsenal 4-0

Trio Lini Serang Liverpool Pecundangi Arsenal 4-0
Trio Lini Serang Liverpool Pecundangi Arsenal 4-0

Aksi trio striker Liverpool betul-betul mengguncang kancah Liga Premier pada akhir minggu lalu. Berkat ketajaman trio lini serang yang diisi oleh gelandang serang baru mereka, Mohamed Salah, lalu Sadio Mane dan juga Roberto Firmino, The Reds berhasil melumat Arsenal mentah-mentah 4 – 0 di Anfield Stadium.

Salah satu bek The Anfield Boys, Dejan Lovren pun mengatakan, kalau semua bek di klub partisipan Liga Premier bakal dibuat gentar dengan kehadiran trio striker Liverpool.

Namun demikian, dari ketiga anggota trio striker Liverpool, Salah lah yang paling mencurui perhatian kala itu. Ditambah fans juga memang sudah memantau pefroma pemain asal Mesir itu, sejak diangkut Liverpool dari AS Roma pada bursa transfer musim panas tahun ini (2017). Adapun apa yang dipertontonkan oleh Salah sejauh ini tidaklah mengecewakan fans. Selama merumput sebanyak 5 kali di pertandingan kompetitif bersama Si Merah, pria berumur 25 tahun itu sudah mendonasi 3 gol dan 2 assist.

“Kalian bisa melihatnya sendiri, bukan? Betapa bahayanya kekuatan lini serang kami yang dimotori oleh 3 pemain tokcer. Baik Salah, Mane dan Firmino semuanya punya ketangkasan dan kecepatan yang amat impresif. Begitu banyak masalah yang mereka hadirkan buat Arsenal kemarin”, terang Lovren kepada Liverpool Echo.

“Bek klub Inggris manapun dijamin bakal kelimpungan mengatasi ketajaman mereka bertiga”, sambung bek asal Bosnia yang juga bermain di timnas Kroasia itu.

Kendati begitu, Lovren juga tidak mau melayangkan sesumbar terlalu jauh semisal optimisme Liverpool untuk menyabet gelar juara Liga Premier musim ini. Walaupun mimik optimisme untuk menjuarai kompetisi tersebut pada musim 2017 / 2018 ini, tidak tersembunyikan dari wajah Lovren.

“Saya optimis, kalau Liverpool pasti tampil jauh lebih baik daripada musim lalu. Namun, saya tidak mau takabur dengan mengatakan kami lah yang pasti jadi juara”, tutup Lovren sembari berpaling dari wartawan.

Media Salah Pasang Foto, Lukas Podolski Menuntut

Media Salah Pasang Foto, Lukas Podolski Menuntut
Media Salah Pasang Foto, Lukas Podolski Menuntut

Manusia memang takkan pernah luput dari kesalahan. Salah satu media bernama Breitbart membikin kesalahan yang bisa dibilang fatal. Pada salah satu artikel yang dirilis di website resminya, foto striker Vissel Kobe, Lukas Podolski yang tidak ada sangkut pautnya ikut menjadi penghias. Atas kesalahan tersebut, pihak media sejatinya sudah memohon maaf. Namun begitu, pihak manajemen Podolski bersikukuh untuk membawa kasus kelalaian tersebut ke jalur hukum.

Mungkin kemarahan Podolski bisa dibilang sangat beralasan. Lantaran foto dirinya terpampang pada sebuah artikel yang tengah membahas suatu masalah serius. Itupun juga tidak ada kaitannya dengan sepakbola sama sekali, melainkan persoalan imigran gelap dan human trafficking / perdagangan manusia. Pada artikel yang berjudul ‘Spanish Police Crack Gang Moving Migrants on Jet-Skis’ tersebut, Breitbart memajang foto pesepakbola asal Polandia berumur 32 tahun itu yang tengah dibonceng di jetski. Kelalaian ini tentunya sempat menjadi viral di dunia maya. Pada proses pengerjaannya, Breitbart biasanya memang selalu meng- update artikelnya dengan foto-foto terbaru. Namun justru update kali ini malah membawa petaka.

Atas perbuatannya itu, Breitbart sudah meminta maaf kepada sang pemain yang bersama timnas Jerman menyabet trofi Piala Dunia 2014 itu dan juga kepada pihak manajemen yang menaungi Podolski. Namun, permintaan maaf tersebut emoh diterima dan tuntutan pencemaran mama baik tetap dilayangkan melalui jalur hukum.

“Terus terang kami tidak ada maksud mencemarkan nama baik Podolski. Kami hanya bermaksud memasang ilustrasi seseorang yang sedang duduk diatas jetski. Itu saja. Sama sekali bukan ingin mengartikan, kalau Podolski terlibat dalam sindikat maupun korban imigran gelap dan perdagangan manusia”, aku Breitbart yang melontarkan pledoinya kepada wartawan BBC.

Sejauh ini, pengacara yang membela Lukas Podolski, Simon Bergmann sudah membawa gugatan hukum atas kliennya ke pihak yang berwajib.

“Kami bukannya ingin memperkeruh suasana, tapi hanya ingin memberikan efek jera. Kalau setiap orang berbuat kesalahan dan alasannya cuma karena lalai, lupa, atau khilaf ya repot lah. Sedangkan dari kelalaian tersebut bisa saja sangat merugikan orang lain. Langkah tuntutan melalui jalur hukum ini kami ambil, agar kedepan tidak lagi terjadi kasus serupa”, ujar Bergmann yang terlansir di situs Deutsche Welle.

Datangkan Striker Uzbekistan, PSM Jadi Lebih Pede

Datangkan Striker Uzbekistan, PSM Jadi Lebih Pede
Datangkan Striker Uzbekistan, PSM Jadi Lebih Pede

Kabar terbaru dari Liga 1 mengatakan kalau PSM Makassar baru saja merekut penyerang baru asal Uzbekistan, Pavel Purishkin. PSM mendatangkannya, dengan tujuan utama mengganti peran yang sebelumnya di plot Reinaldo da Costa yang memilih untuk berseragam Persija Jakarta.

Sebelum menginjakkan kaki di Tanah Air, Pavel merupakan penggawa dari klub yang berkompetisi di Liga 1 Kazakhstan, FC Caspiy, dan sempat bermain di Shah Alam Selangor Malaysia bersama FC UITM. Namun saat ini, pria berusia 29 tahun itu mantap berseragamkan PSM Makassar dengan nomor punggung cantik 99. Adapun PSM berhasil mendapatkannya, setelah melakukan banyak kontak dengan agen-agen sepakbola dari luar negeri.

Berdasarkan keterangan sang manajer PSM, Munafri Arifuddin, Pavel sudah meneken kontrak yang berlaku hingga Liga 1 musim ini berakhir dengan pilihan untuk mengeksten kontrak hingga 1 tahun kedepan.

“Saat ditawarkan untuk merekrut Pavel, saya sempat dipertontonkan video profil dan histori bermain di. Berdasarkan CV -nya, saya rasa dia tidak akan susah beradaptasi dengan iklim sepakbola Indonesia. Itu karena dia pernah main di negara lingkup Asia Tenggara lainnya, yaitu Malaysia. Lagipula dengan skill yang kami lihat oke, harga transfernya tidak semahal Reinaldo dulu”, papar Munafri saat disambangi wartawan sore kemarin (Rabu, 9 / 8 / 2017) di markas PSM, Stadion Andi Matalatta Makassar.

Kedepan, manajemen PSM sudah berbicara dengan Robert Rene Albert selaku head coach untuk bisa mengetes Pavel di laga tandang kontra Persela Lamongan akhir pekan ini (Sabtu, 12 / 8 / 2017).

Saat ini, urusan administrasi yang sedang cepat-cepat dirampungkan oleh Pavel adalah keimigrasian.

Selain mendatangkan Pavel, PSM mengatakan kalau masih berniat untuk memboyong sejumlah pemain lokal yang punya skill impresif. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan statistik catatan gol mereka di kancah Liga 1.

Puas dengan Performa Klubnya di Laga Pramusim, Allegri Kini Alih Fokus ke Latihan Fisik

Puas dengan Performa Klubnya di Laga Pramusim, Allegri Kini Alih Fokus ke Latihan Fisik
Puas dengan Performa Klubnya di Laga Pramusim, Allegri Kini Alih Fokus ke Latihan Fisik

Menyaksikan anak-anak didiknya berlaga di kompetisi pra musim, Massimiliano Allegri mengaku cukup puas atas apa yang telah ditampilkan. Kini, pelatih berusia 49 tahun itu siap mengalihkan fokusnya ke program latihan fisik intensif.

Selama masa pra musim, Juventus telah melakoni 3 laga hingga saat ini. Kendati harus mencicipi hasil pahit kalah dari FC Barcelona, Bianconeri berhasil membuat AS Roma dan Paris Saint Germain (PSG) takluk. Setelah itu, klub asal Turin itu masih dijadwalkan bakal menjalani 1 lagi laga uji coba di musim panas ini. Yakni, laga persahabatan yang bakal digelar di Wembley Stadium akhir pekan ini (Sabtu, 5 / 8 / 2017) kontra Tottenham Hotspur.

Laga kompetitif pertama setelah masa pra musim, bakal dijalani Juve pada hari Senin, 14 / 8 / 2017 di ajang Piala Super Italia 2017 melawan Lazio.

Maka dari itu, Allegri pun sadar kalau dirinya harus bekerja ekstra cepat dalam memoles squadnya. Usai memberi nilai cukup terkait pola bermain Juve, Allegri pun mulai menyusun program latihan fisik yang ditujukan kepada para pemainnya. Dimana program latihan yang disusunnya akan menitikberatkan pada faktor endurance atau ketahanan.

“Saya ga mau pemain saya sudah bagus mainnya, tapi habis bensin ditengah jalan. Itu seringkali terjadi pada squad yang kurang ditempa fisiknya. Pola bermain yang oke harus dibarengi dengan kebugaran yang prima. Terutama soal endurance. Mereka harus mampu bermain maksimal secara konsisten selama 90 menit penuh”, papar pelatih yang dulu juga pernah mengarsiteki AC Milan itu kepada Football Italia dan Tuttosport.

Chelsea Tunjuk Cahill Jadi Kapten Baru

Chelsea Tunjuk Cahill Jadi Kapten Baru
Chelsea Tunjuk Cahill Jadi Kapten Baru

Chelsea baru saja menunjuk Gary Cahill sebagai kapten yang baru. Hal ini pun sudah mendapat konfirmasi langsung dari Antonio Conte, kalau bek berumur 31 tahun itu bakal mengganti posisi yang dulunya diperankan oleh John Terry.

Sebelumnya, Terry memang sudah merasa tidak betah untuk bertahan lebih lama lagi di Stamford Bridge. Pasalnya Terry sudah semusim, lebih banyak didudukkan Conte di bangku cadangan. Lagipula saat Terry duduk di bench menyaksikan rekan-rekannya merumput, ia kerap melihat kalau Cahill lah yang saat ini nampak lebih banyak menahkodai anggota squad lainnya. Alhasil, Terry yang ngambek pun memutuskan untuk angkat kaki ke Aston Villa dan ban kapten kini positif terlingkar di lengan Cahill.

“Saya melihat kalau Cahill pantas menjadi kapten bagi teman-temannya. Dibanding yang lain, dia lah yang usianya paling matang dan punya jiwa leadership. Lagipula, dia sudah mengabdi di Chelsea selama bertahun-tahun dengan catatan dedikasi yang baik. Jadi, tak salah rasanya lah memberikan kesempatan buat Cahill menjadi kapten tim”, jelas Conte yang juga terlansir di London Evening Standard.

“Ya memang, bukan berarti saya memalingkan muka dari pemain-pemain kami yang juga sudah lama mengabdi lama, seperti Cesar Azpilicueta, David Luiz, lalu Thibaut Courtois, dan juga Cesc Fabregas. Semua bisa saja akan saya tunjuk menjadi kapten. Cuma saat ini saya memilih Cahill untuk mengemban amanat itu”, imbuh pelatih 47 tahun itu.

“Menurut saya, kunci seorang kapten itu bukan dinilai dari seberapa tinggi skill bermain yang dimiliki. Tapi lebih kepada kemampuan untuk menganyomi perasaan teman-temannya. Kan, tidak semua uneg-uneg tersampaikan langsung kepada pelatih atau manajemen. Keluh kesah pada umumnya dimulai dari pembicaraan di loker (ruang ganti pemain). Nah, disitulah peran kapten sangat diperlukan. Yakni, mampu meneduhkan hati teman-temannya yang sedang galau”.

“Ini akan saya jadikan syarat standar di Chelsea, bagi pemain yang nantinya akan menjadi kapten di masa depan”, tuntas pelatih yang juga sempat membesut tim nasional Italia selama 2 musim itu.

Lembaran Baru Karir Totti Dimulai

Lembaran Baru Karir Totti Dimulai
Lembaran Baru Karir Totti Dimulai

Totti mantap menutup karirnya sebagai pemain sepakbola

Bulat sudah keputusan Francesco Totti untuk mengakhiri karirnya sebagai pemain sepakbola. Usai menggantung sepatu, striker berumur 40 tahun itu bakal membuka lembaran baru dalam hidupnya sebagai Direktur di klub AS Roma.

Hingga musim 2016 / 2017, Totti pun masih menunjukkan loyalitasnya kepada Giallorossi. Namun begitu, usianya yang sudah sangat uzur sebagai atlit menimbulkan spekulasi kapabilitasnya sebagai pemain kedepannya. Walaupun sebelum positif pensiun, Totti sempat digosipkan bakal terbang ke Amerika untuk bermain di MLS. Sebagian juga mengatakan kalau salah satu klub sepakbola di Jepang Tokyo Verdy menyodorkan tawaran kepada Totti. Kendati pria asli Italia itu diketahui menolak mentah-mentah tawaran hijrah ke Negeri Matahari Terbit.

Penjelasan Totti terkait karirnya, saat diwawancara oleh pers

“Saya putuskan untuk menutup buku lama saya sebagai pemain. Kini saya melangkah untuk menghadapi tantangan baru dalam hidup saya, sebagai Direktur AS Roma. Harapan saya kedepan, saya bisa tetap menjaga kinerja bagus saya seperti halnya saat saya masih menjadi pemain di lapangan”, cetus Totti saat diwawancara di Roma TV.

“Semua ini sudah saya putuskan matang-matang. Sekarang memang sudah saatnya bagi saya berkontribusi di klub, dengan tidak lagi menjadi pemain. Maka dari itu, saya akan mempelajari struktur klub lebih dalam mulai dari lini paling junior hingga lini yang paling atas, alias presiden dengan sebaik-baiknya. Tentu saja, proses belajar ini tetap butuh waktu bagi saya. Saya sendiri tidak tahu, berapa lama waktu yang saya perlukan untuk beradaptasi. Bisa 6 bulan, 1 hingga 2 tahun, atau bahkan lebih dari itu. Saya masih belum tahu. Tapi yang jelas, saya gembira dan sangat bersemangat untuk menyambut perubahan dalam hidup saya ini”, tambahnya lagi penuh optimis.

“Saya percaya tidak ada yang ajaib di dunia ini. Kita bisa, karena terbiasa. Saya sudah membuktikan kata-kata itu, sewaktu saya menjadi pemain. Jadi saya pun percaya, kalau saya bisa mengemban jabatan Direktur ini dengan baik. Asalkan memang saya serius berusaha dan mencintai pekerjaan ini”, tuntas pemain bernomorpunggung 10 itu yang jug aterlansir di Football Italia.