Indonesia

Pawangnya Soal Berita Bola Liga Indonesia Terbaru

Giliran Timnas Indonesia U-16 yang Berperang di Piala Asia U-16 2017

Giliran Timnas Indonesia U-16 yang Berperang di Piala Asia U-16 2017
Giliran Timnas Indonesia U-16 yang Berperang di Piala Asia U-16 2017

Kemarin (Rabu, 13 / 9 / 2017), Edy Rahmayadi selaku Ketum (Ketua Umum) PSSI menggelar acara pelepasan squad timnas Indonesia U-16 yang akan berlaga di Kualifikasi Piala Asia U-16 2017. Pada saat berpidato di podium, Edy berharap kalau squad binaan coach Fakhri Husaini mampu menampilkan performa terbaiknya.

Acara pelepasan yang berlangsung di Stadion Atang Sutresna Cijantung tersebut, sebelumnya didahului dengan acara nobar (nonton bareng) laga lanjutan Piala AFF U-18 2017 antara timnas Indonesia U-19 kontra Brunei Darussalam.

Tercatat ada 23 nama terpilih yang menghadiri acara tersebut, bersama dengan coach Fakhri dan staff timnas U-16 lainnya. Saat ditanya terkait kesiapan timnya, coach Fakhri pun menjawab dengan optimis. Pelatih yang berasal dari Lhokseumawe, Indonesia itu yakin kalau anak-anak didiknya mampu tampil bagus di kualifikasi Piala Asia U-16 2017 nantinya.

“Saya optimis dengan penampilan squad di Kualifikasi (Piala Asia) nanti. Soalnya, mereka sudah saya siapkan sejak bulan Februari lalu. Jadi, total-total mereka sudah melakukan persiapan selama 7 bulan hingga bulan September 2017 ini. Progres fisik, mental dan skill mereka pun sangat saya rasakan dibanding sebelum melakukan persiapan”, terang coach Fakhri.

Namun begitu, coach Fakhri memiliuih untuk tidak takabur. Dengan rendah hati, pelatih berumur 52 tahun itu mengatakan kalau bola itu bundar dan segala hal yang diluar ekspektasi bisa saja berdampak pada performa di lapangan. Coach Fakhri terlihat enggan untuk menjanjikan gelar juara, namun berani berjanji kalau anak-anak asuhnya tersebut akan mempertontonkan kebolehan mereka dengan baik.

“Kami tidak mau takabur lah. Kalau Tuhan bilang kami juara, ya kami juara. Kalau tidak, masa mau protes. Makanya saya tidak mau berjanji apa-apa soal titel. Satu hal yang saya berani pastikan, squad timnas U-16 akan menunjukkan kebolehannya diatas lapangan dengan baik”, tegasnya.

Timnas Indonesia U-16 sendiri dijadwalkan berangkat pada hari ini (Kamis, 14 / 9 / 2017) ke Thailand. Laga perdana mereka di ajang Kualifikasi Piala Asia U-16 2017 adalah melawan Kepulauan Mariana Utara yang akan dilangsungkan pada akhir pekan ini (Sabtu, 16 / 9 / 2017).

“Doakan saja kami sukses di Thailand nanti”, tuntas coach Fakhri yang juga meminta dukungan dan doa dari seluruh masyarakat Indonesia.

Ivan Carlos Potensi Disanksi Persela Lamongan

Ivan Carlos Potensi Disanksi Persela Lamongan
Ivan Carlos Potensi Disanksi Persela Lamongan

Gara-gara Ivan Carlos nyinyir di media sosial, Persela Lamongan pun langsung kesal terhadap ulah pemainnya itu. Terkait kejadian tersebut, Ivan pun potensi disanksi oleh manajemen.

Hal yang melatarbelakangi komentar Ivan adalah kekalahan Persela atas Bali United 1 – 5 di laga lanjutan Liga 1 pada minggu lalu. Pada akun Facebook pribadinya, Ivan berkata seperti ini. “Wah kalau pelatih ga diganti, bisa turun level ke Liga 2 nih”. Maka tak heran, kalau manajemen Persela langsung merah mukanya. Ivan dianggap menyalahi etika sebagai seorang profesional yang mencoreng nama baik organisasi atau klubnya sendiri.

Menanggapi kelalaian Ivan tersebut, Yuhronur Efendi selaku Asisten Manajer Persela bakal memanggil Ivan Carlos untuk menghadap jajaran manajemen pada minggu ini. Berhubung pihak yang jelas-jelas lagsung ditohok adalah pelatih Persela, maka sang pelatih baru, Aji Santoso bakal diminta ikut memutuskan apa sanksi yang hendak dijatuhkan kepada Ivan nantinya.

“Jelas ada sanksi, lah. Apa yang sudah dilakukan Ivan itu betul-betul menyalahi etika sebagai seorang profesional. Minggu ini kami sudah panggil di untuk menghadap kami dan coach Aji. Paling maksimal, sanksinya bisa berupa pemecatan”, tambah Yuhronur lagi.

Namun begitu, inti dari teguran Persela terhadap Ivan tersebut bermaksud untuk memapram Ivan agar bisa lebih disiplin. Baik disiplin dalam berlatih maupun berkomentar. Apalagi, kalau menyangkut soal klub sendiri.

Ivan Carlos sendiri merupakan pemain yang paling sering mengkoleksi kartu kala merumput. Sampai-sampai, dirinya pun harus absen di beberapa pertandingan karena akumulasi sanksi kartu. Selain itu, striker asal Brazil berumur 35 tahun itu juga pernah disanksi oleh Komdis (Komisi Disiplin). Penyebabnya adalah Ivan menyundul kepada wasit hingga benjut pada awal bulan Juli (2017) kemarin.

Tahu Diri, Pelatih Persela Mundur

Tahu Diri, Pelatih Persela Mundur
Tahu Diri, Pelatih Persela Mundur

Kabar terbaru datang dari Persela Lamongan. Herry Kiswanto, sang pelatih kini tidak lagi mmbesut Persela. Pria kelahiran Banda Aceh 62 tahun silam itu mengajukan surat pengunduran diri, karena serentetan hasil buruk yang menimpa squad-nya.

Hingga saat ini, Persela memang sudah mengalami 5 kekalahan secara beruntun di Liga 1 Gojek Traveloka. Terakhir, Persela baru saja diganyang habis-habisan 1 – 5 oleh Bali United pada akhir pekan kemarin (Minggu, 3 / 9 / 2017).

“Kami tidak memecat beliau (Herry Kiswanto), tapi Pak Herkis yang mengajukan surat pengunduran diri kepada kami”, terang Yuhronur Effendi selaku CEO Persela saat ditemui pers.

Untuk mengatasi kekosongan posisi, Persela akan dilatih oleh Asisten Pelatih yang selama ini mendampingi coach Herkis.

“Sementara belum ada pengganti, kita tunjuk Asisten Pak Herkis dulu lah sebagai PLT Pelatih Kepala sambil nyari penggantinya”, tambah Yuhronur.

Rentetan hasil buruk yang terbukukan selama 22 laga berjalan, membuat Persela stag di urutan ke 15 klasemen sementara Liga 1 dengan koleksi 24 poin.

Datangkan Striker Uzbekistan, PSM Jadi Lebih Pede

Datangkan Striker Uzbekistan, PSM Jadi Lebih Pede
Datangkan Striker Uzbekistan, PSM Jadi Lebih Pede

Kabar terbaru dari Liga 1 mengatakan kalau PSM Makassar baru saja merekut penyerang baru asal Uzbekistan, Pavel Purishkin. PSM mendatangkannya, dengan tujuan utama mengganti peran yang sebelumnya di plot Reinaldo da Costa yang memilih untuk berseragam Persija Jakarta.

Sebelum menginjakkan kaki di Tanah Air, Pavel merupakan penggawa dari klub yang berkompetisi di Liga 1 Kazakhstan, FC Caspiy, dan sempat bermain di Shah Alam Selangor Malaysia bersama FC UITM. Namun saat ini, pria berusia 29 tahun itu mantap berseragamkan PSM Makassar dengan nomor punggung cantik 99. Adapun PSM berhasil mendapatkannya, setelah melakukan banyak kontak dengan agen-agen sepakbola dari luar negeri.

Berdasarkan keterangan sang manajer PSM, Munafri Arifuddin, Pavel sudah meneken kontrak yang berlaku hingga Liga 1 musim ini berakhir dengan pilihan untuk mengeksten kontrak hingga 1 tahun kedepan.

“Saat ditawarkan untuk merekrut Pavel, saya sempat dipertontonkan video profil dan histori bermain di. Berdasarkan CV -nya, saya rasa dia tidak akan susah beradaptasi dengan iklim sepakbola Indonesia. Itu karena dia pernah main di negara lingkup Asia Tenggara lainnya, yaitu Malaysia. Lagipula dengan skill yang kami lihat oke, harga transfernya tidak semahal Reinaldo dulu”, papar Munafri saat disambangi wartawan sore kemarin (Rabu, 9 / 8 / 2017) di markas PSM, Stadion Andi Matalatta Makassar.

Kedepan, manajemen PSM sudah berbicara dengan Robert Rene Albert selaku head coach untuk bisa mengetes Pavel di laga tandang kontra Persela Lamongan akhir pekan ini (Sabtu, 12 / 8 / 2017).

Saat ini, urusan administrasi yang sedang cepat-cepat dirampungkan oleh Pavel adalah keimigrasian.

Selain mendatangkan Pavel, PSM mengatakan kalau masih berniat untuk memboyong sejumlah pemain lokal yang punya skill impresif. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan statistik catatan gol mereka di kancah Liga 1.