Italia

Pawangnya Soal Berita Bola Liga Italia Terbaru

AC Milan Nyesel Beli Bonucci

AC Milan Nyesel Beli Bonucci
AC Milan Nyesel Beli Bonucci

Sudah belinya mahal, ga bagus pula. Kira-kira begitulah komentar manajemen AC Milan terhadap bek barunya, Leonardo Bonucci yang dibeli saat bursa transfer musim panas 2017 digelar.

Hingga saat ini, pemain asal Italia berumur 30 tahun itu sama sekali belum bisa memenuhi ekspektasi Rossoneri di kancah Serie A. Padahal sebelumnya AC Milan sampai harus mengeluarkan kocek sebesar 42 jt Euro, saat menarik Bonucci dari Juventus. Yakni, menjadi rekrutan I Diavolo Rosso yang paling mahal.

Walau sudah menebus mahal Bonucci, toh performa AC Milan di Serie A masih saja fluktuatif dengan mencatatkan 4 kali menang dan 2 kali kalah. Alhasil, mereka masih saja bercokol di ranking 6 klasemen sementara Serie A. Lebih spesifik lagi, kehadiran Bonucci pun dinilai sama sekali tidak berdampak pada lini pertahanan AC Milan. Dari 6 kali merumput di Serie A, mereka sudah 8 kali dibolongi jalanya dan baru 2 kali membukukan clean sheet.

Memblenya Bonucci juga diaminkan oleh Pierpaolo Marino, mantan pejabat tinggi Napoli serta Udinese. Bahkan dengan lugas Marino berkomentar pedas, kalau AC Milan hanya membuang-buang saja dengan merekrut penggawa timnas Italia itu.

“AC Milan sudah mengeluarkan biaya besar dengan hasil yang sama sekali tidak sepadan. Merekrut Bonucci cuma membuang-buang uang AC Milan saja”, ceplosnya saat diwawancarai wartawan Rai Sport Italia.

Atas laju buruk squadnya, coach AC Milan, Vincenzo Montella pun harus memutar otak dengan keras. Sejauh ini, keputusan Montella adalah dengan merubah formasi lini belakang.

Penuhi Ekspektasi, Cutrone Naik Gaji

Penuhi Ekspektasi, Cutrone Naik Gaji
Penuhi Ekspektasi, Cutrone Naik Gaji

Sebagai bentuk apresiasi dari performa ciamiknya, AC Milan pun melakukan penyesuaian terhadap gaji juru gedor belianya, Patrick Cutrone. Keputusan ini diambil pihak manajemen, lantaran Cutrone memang tampil bagus sejak musim baru Serie A dimulai.

Dari semua pemain baru yang dibelanjakan Rossoneri di bursa transfer musim panas 2017 ini, harus diakui bahwa sosok Cutrone lah yang paling menyedot perhatian di San Siro. Bahkan saat AC Milan melakukan tur pra musimnya, pemain berumur 19 tahun itu sudah menunjukkan kualitas dirinya yang mampu berkompetisi dengan striker-striker kenamaan lainnya. Semisal Nikola Kalinic, Fabio Borini dan juga Andre Silva.

Dari 9 laga Serie A yang sudah dilakoni AC Milan pada musim 2017 – 2018 ini, Cutrone tercatat sudah mendonasi 4 gol dan 2 assist. Atas dasar itulah, manajemen AC Milan menilai Cutrone layak mendapat kenaikan gaji. Kendati, belum ada omongan baru terkait kontraknya yang sudah disegel hingga 2021 itu.

“Sebagai bentuk apresiasi terhadap penyerang kami, Patrick Cutrone atas performanya yang baik di klub, kami melakukan penyesuaian terhadap kontrak finansialnya. Namun begitu, durasi kontrak yang sudah disepakati dari awal tetap sama. Yakni, berakhir hingga tahun 2021”, cuit AC Milan di akun resmi Twitternya.

Walaupun berita kenaikan gaji Cutrone di AC Milan tengah ‘hot’ untuk saat ini, media belum ada yang mengetahui berapa besaran gaji yang disepakati diawal kontrak dan berapa kenaikan yang ia terima.

Cedera ACL Parah, Andrea Conti Absen Setengah Tahun

Cedera ACL Parah, Andrea Conti Absen Setengah Tahun
Cedera ACL Parah, Andrea Conti Absen Setengah Tahun

Belum lama bergabung dengan AC Milan, Andrea Conti sudah harus absen. Tidak tanggung-tanggung, bek berumur 23 tahun itu harus menepi selama setengah tahun. Hal itu terjadi, lantaran ACL (anterior cruciate ligament) lutut kirinya sobek parah saat melakukan latihan bersama klubnya pekan lalu (Jumat, 15 / 9 / 2017).

Sejatinya, engkel Conti juga sudah bermasalah sejak berlaga bersama timnas Italia. Sontak saat menjalani sesi latihan bersama yang digelar oleh Rossoneri, fisik Conti pun sebetulnya sudah tidak fit. Benar saja, cedera Conti pun malah jadi menjalar ke lutut. Bahkan lebih parah daripada cedera engkel yang masih dideritanya itu.

“Andrea sudah langsung kami tangani. Ia kami bawa ke Rumah Sakit. Setelah di- scan, diketahui kalau otot ACL lutut kirinya sobek parah dan harus dioperasi”, ujar manajemen AC Milan yang terlansir pada situs ofisialnya.

“Yang bikin pusing adalah masa recovery pasca operasinya memakan waktu hingga 6 bulan lebih”, timpal manajemen AC Milan lagi yang juga terlansir di Soccerway.

Conti merupakan pemain baru yang direkrut AC Milan pada aksi shopping besar-besarannya pada bursa transfer musim panas 2017 ini. Diketahui media, kalau AC Milan berhasil menciduk Conti dari Atalanta dengan uang tebusan senilai lebih dari 24 jt Euro.

Sejak berseragamkan belang-belang merah hitam, Conti baru sempat merumput 5 kali bersama klub barunya. Selama Conti absen, Vincenzo Montella sudah memasang Ignazio Abate guna menggantikan perannya sebagai pemain lini belakang di lapangan.

Puas dengan Performa Klubnya di Laga Pramusim, Allegri Kini Alih Fokus ke Latihan Fisik

Puas dengan Performa Klubnya di Laga Pramusim, Allegri Kini Alih Fokus ke Latihan Fisik
Puas dengan Performa Klubnya di Laga Pramusim, Allegri Kini Alih Fokus ke Latihan Fisik

Menyaksikan anak-anak didiknya berlaga di kompetisi pra musim, Massimiliano Allegri mengaku cukup puas atas apa yang telah ditampilkan. Kini, pelatih berusia 49 tahun itu siap mengalihkan fokusnya ke program latihan fisik intensif.

Selama masa pra musim, Juventus telah melakoni 3 laga hingga saat ini. Kendati harus mencicipi hasil pahit kalah dari FC Barcelona, Bianconeri berhasil membuat AS Roma dan Paris Saint Germain (PSG) takluk. Setelah itu, klub asal Turin itu masih dijadwalkan bakal menjalani 1 lagi laga uji coba di musim panas ini. Yakni, laga persahabatan yang bakal digelar di Wembley Stadium akhir pekan ini (Sabtu, 5 / 8 / 2017) kontra Tottenham Hotspur.

Laga kompetitif pertama setelah masa pra musim, bakal dijalani Juve pada hari Senin, 14 / 8 / 2017 di ajang Piala Super Italia 2017 melawan Lazio.

Maka dari itu, Allegri pun sadar kalau dirinya harus bekerja ekstra cepat dalam memoles squadnya. Usai memberi nilai cukup terkait pola bermain Juve, Allegri pun mulai menyusun program latihan fisik yang ditujukan kepada para pemainnya. Dimana program latihan yang disusunnya akan menitikberatkan pada faktor endurance atau ketahanan.

“Saya ga mau pemain saya sudah bagus mainnya, tapi habis bensin ditengah jalan. Itu seringkali terjadi pada squad yang kurang ditempa fisiknya. Pola bermain yang oke harus dibarengi dengan kebugaran yang prima. Terutama soal endurance. Mereka harus mampu bermain maksimal secara konsisten selama 90 menit penuh”, papar pelatih yang dulu juga pernah mengarsiteki AC Milan itu kepada Football Italia dan Tuttosport.

Lembaran Baru Karir Totti Dimulai

Lembaran Baru Karir Totti Dimulai
Lembaran Baru Karir Totti Dimulai

Totti mantap menutup karirnya sebagai pemain sepakbola

Bulat sudah keputusan Francesco Totti untuk mengakhiri karirnya sebagai pemain sepakbola. Usai menggantung sepatu, striker berumur 40 tahun itu bakal membuka lembaran baru dalam hidupnya sebagai Direktur di klub AS Roma.

Hingga musim 2016 / 2017, Totti pun masih menunjukkan loyalitasnya kepada Giallorossi. Namun begitu, usianya yang sudah sangat uzur sebagai atlit menimbulkan spekulasi kapabilitasnya sebagai pemain kedepannya. Walaupun sebelum positif pensiun, Totti sempat digosipkan bakal terbang ke Amerika untuk bermain di MLS. Sebagian juga mengatakan kalau salah satu klub sepakbola di Jepang Tokyo Verdy menyodorkan tawaran kepada Totti. Kendati pria asli Italia itu diketahui menolak mentah-mentah tawaran hijrah ke Negeri Matahari Terbit.

Penjelasan Totti terkait karirnya, saat diwawancara oleh pers

“Saya putuskan untuk menutup buku lama saya sebagai pemain. Kini saya melangkah untuk menghadapi tantangan baru dalam hidup saya, sebagai Direktur AS Roma. Harapan saya kedepan, saya bisa tetap menjaga kinerja bagus saya seperti halnya saat saya masih menjadi pemain di lapangan”, cetus Totti saat diwawancara di Roma TV.

“Semua ini sudah saya putuskan matang-matang. Sekarang memang sudah saatnya bagi saya berkontribusi di klub, dengan tidak lagi menjadi pemain. Maka dari itu, saya akan mempelajari struktur klub lebih dalam mulai dari lini paling junior hingga lini yang paling atas, alias presiden dengan sebaik-baiknya. Tentu saja, proses belajar ini tetap butuh waktu bagi saya. Saya sendiri tidak tahu, berapa lama waktu yang saya perlukan untuk beradaptasi. Bisa 6 bulan, 1 hingga 2 tahun, atau bahkan lebih dari itu. Saya masih belum tahu. Tapi yang jelas, saya gembira dan sangat bersemangat untuk menyambut perubahan dalam hidup saya ini”, tambahnya lagi penuh optimis.

“Saya percaya tidak ada yang ajaib di dunia ini. Kita bisa, karena terbiasa. Saya sudah membuktikan kata-kata itu, sewaktu saya menjadi pemain. Jadi saya pun percaya, kalau saya bisa mengemban jabatan Direktur ini dengan baik. Asalkan memang saya serius berusaha dan mencintai pekerjaan ini”, tuntas pemain bernomorpunggung 10 itu yang jug aterlansir di Football Italia.